Jokowi: Saya Butuh Eksekutor, Jangan Kaget Ada Menteri Usia 20 Tahun



Viralteratas.com | Meski masih menunggu hasil penetapan pemenang pilpres 2019, calon presiden Joko Widodo sudah mulai menggodok kabinet baru untuk periode kedua. Dalam wawancara khusus kumparan dengan Jokowi di Istana Merdeka, Rabu (29/5), Jokowi mengatakan akan banyak warna baru di kabinetnya.

Di periode kedua nanti, kabinetnya akan fokus dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga menteri-menteri kabinet tentu akan berbeda dengan periode pertama yang fokus pada infrastruktur.

Tak hanya jago eksekusi, menteri di kabinetnya bersama Ma’ruf Amin, akan dihiasi banyak anak muda. Sebab, kata Jokowi, untuk menjawab tantangan yang dihadapi pemerintahannya kelak, dibutuhkan banyak anak muda.

“Pilihan-pilihan kita kan banyak. Tapi, ke depan menurut saya kita akan berikan ruang ke yang muda-muda. Mungkin nanti ada menteri umur 20 tahun, enggak usah kaget, menteri umur 25 tahun, enggak usah kaget, 30 tahun enggak usah kaget,” ujar dia.

“Karena memang tantangan yang kita hadapi sekarang ini kan berbeda, sehingga memerlukan menteri yang energik, dinamis, cepat merespons perubahan, cepat memutuskan, cepat mengeksekusi, tapi tepat,” lanjut dia.

Kriteria lain, kata Jokowi, menteri baru di kabinetnya kelak harus memiliki kemampuan manajerial yang kuat, punya integritas, dan loyal.

Soal siapa saja menteri di kabinet saat ini yang akan dipertahankan, Jokowi enggan merinci. Namun, ia menegaskan, tantangan di periode kedua tentunya berbeda dengan periode pertama. Sehingga, dibutuhkan menteri dengan karakter berbeda.

“Bahwa setiap periode waktu, dibutuhkan menteri dengan karakter berbeda. Ini kan 5 tahun infrastruktur, 5 tahun ke depan bergeser ke pembangunan SDM."

Namun, Jokowi memastikan, ada satu menteri yang memenuhi kriteria kabinet di periode kedua dalam konteks eksekutor. Ia adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. “Pak Basuki eksekutor itu,” tutur dia.

Dalam seleksi menteri saat ini, Jokowi mengaku membentuk tim khusus. Namun, ia enggan merinci siapa saja anggota tim seleksi menteri tersebut. “Yang pasti dipimpin Presiden,” ujarnya sambil tertawa.

Tak hanya itu, Jokowi juga akan melibatkan KPK dan PPATK dalam seleksi menteri di kabinet barunya. Menurut dia, hal ini sangat penting untuk mendapatkan informasi lengkap terkait sang kandidat menteri.

“Ya penyaringan itu perlu informasi dari KPK itu perlu, informasi dari PPATK misalnya juga perlu,” jelas Jokowi.

Sumber (kumparan.com)


Subscribe to receive free email updates: