Biaya Karantina di Hotel Safin Dipertanyakan, Begini Penjelasan Bupati Pati



Pati – Munculnya Hotel Safin sebagai tempat karantina ternyata menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan masyarakat.


Banyak masyarakat yang penasaran apakah penggunaan hotel itu benar disumbangkan atas dasar kemanusian atau memang ada anggaran Rp 3 juta per orang yang dikeluarkan pemkab selama masa karantina.

Ketua DPRD Pati Ali Badruddin mengakui sering mendapat pertanyaan tersebut dari masyarakat. Hal itu terjadi karena ada simpang-siur informasi di masyarakat mengenai pembiayaan. Apalagi Hotel Safin merupakan hotel berbintang tiga dengan fasilitas apik.

”Simpang-siur di masyarakat merupakan hal wajar. Memang masyarakat butuh penjelasan detail. Sebab, sekecil apapun, kalau yang dipakai uang negara, harus ada penjelasan detail,” katanya saat rapat terbatas dengan Pemkab Pati.


Suasana Rapat Terbatas Tim GTPP Covid-19 dan Pimpinan DPRD Pati (MURIANEWS/Cholis Anwar)

Menanggapi pertanyaan itu, Haryanto mengatakan memang ada anggaran yang ditanggung oleh Pemkab. Setiap orang yang menjalani karantina di Hotel Safin selama 14 hari, dianggarkan sebanyak Rp 3 juta.

“Jadi Pak Safin itu bukan menarik. Biaya itu dipakai untuk makan tiga kali sehari, minum, kebutuhan air bersih dan jasa cuci pakaian selama 14 hari. Kalau dihitung sewanya nggak cucuk (tidak sepadan). Ini ada nilai sosialnya,” jelas Haryanto.

Dia juga menjelaskan terkait alasan rekomendasi penggunaan Hotel Safin sebagai tempat Karantina. Menurutnya, apabila pemkab membuat tempat karantina sendiri, biaya yang dikeluarkan akan jauh lebih besar.

Baca: Pati Siapkan 119 Kamar Hotel Safin untuk Tempat Karantina

Apalagi, dalam masa pandemi ini, pemkab butuh langkah cepat untuk menyediakan tempat karantina sebagai upaya untuk meminimalkan persebaran virus corona. Hanya, tidak semua ODP maupun PDP bisa dikarantina di hotel tersebut.

Haryanto menjelaskan, karantina di Hotel Safin diperuntukkan bagi masyarakat yang kesulitan menjalani karantina mandiri di rumah. Kesulitan yang dimaksud antara lain keresahan atau bahkan penolakan dari masyarakat.

“Jadi misal ada yang pulang dari luar negeri dan membuat masyarakat resah, langsung kami arahkan untuk isolasi di Safin,” tutupnya.


Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi
Sumber: MuriaNews/Artikelasli

0 Response to "Biaya Karantina di Hotel Safin Dipertanyakan, Begini Penjelasan Bupati Pati"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Bantu Like artikel ini ya .....