Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Boss Grabtoko.com Ditangkap Bareskrim, Korbannya 980 Orang, Kerugian Rp 17 M

 

Boss Grabtoko.com Ditangkap Bareskrim, Korbannya  980 Orang, Kerugian Rp 17 MPenangkapan bos Grab Toko, Yudha Manggala Putra oleh Bareskrim Polri. (dok. Istimewa)

Viralteratas.com -  Bareskrim Polri mengungkapkan korban dari Grabtoko.com (Grabtoko) mencapai 980 orang. Sementara itu, total kerugian yang dialami konsumennya ditaksir sebanyak Rp 17 miliar.


"Korban jumlahnya 980 orang dengan kerugian ditaksir Rp 17 miliar," kata Kabareskrim, Komjen Listyo Sigit Prabowo kepada detikcom, Selasa (12/1/2021).




Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Slamet Uliandi mengatakan kini bos Grabtoko.com, Yudha Manggala Putra (33), berstatus tersangka. Slamet menyebut motif kejahatan Yudha adalah motif ekonomi, untuk mencari keuntungan sendiri.






"Sudah tersangka. Motifnya ya mencari uang dengan untuk diri sendiri, tapi caranya yang melawan hukum," ucap Slamet.




Slamet menuturkan pengungkapan beberapa bank baik swasta maupun milik pemerintah turut membantu Direktorat Tindak Pidana Siber dalam mengungkap kasus ini.




"Kami mendapat dukungan dari pihak bank dalam menangani kasus ini. BCA, BNI, dan Mandiri bantu kami," jelas Slamet.




Sebelumnya diberitakan, Bareskrim Polri menangkap Yudha Manggala Putra, pemilik PT Grab Toko Indonesia (Grabtoko.com). Yudha ditangkap karena diduga melakukan tindak pidana menyebarkan berita bohong yang mengakibatkan uang konsumennya raib.




"Telah melakukan penangkapan terhadap seorang laki-laki yang melakukan dugaan tindak pidana menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik, tindak pidana transfer dana/pencucian uang," kata Sigit kepada detikcom.




Yudha ditangkap pada Sabtu, 9 Januari, tepatnya pukul 20.00 WIB di Jalan Pattimura Nomor 20 RT 2 RW 1, Selong, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dari tangan Yudha, polisi menyita 4 unit ponsel pintar, satu komputer jinjing, dua kartu SIM ponsel, KTP atas nama Yudha dan satu alat elektronik untuk transaksi bank, serta 5 buah akses cohive kantor Grabtoko Lantai 12 A, Plaza 89 Kuningan.


Yudha dijerat Pasal 45 A ayat (1) Jo Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Kini polisi masih memeriksa Yudha secara intensif di Bareskrim Polri dan melakukan juga melakukan pemeriksaan terhadap barang bukti perkara.


Kasus ini sebenarnya juga sudah dilaporkan ke Polda metro Jaya pada Kamis, 7 Januari lalu. Para konsumen melaporkan Grabtoko atas dugaan penipuan yang merugikan konsumen hingga miliaran rupiah.


Salah satu perwakilan korban, Dita, mengatakan total ada 600 korban Grabtoko. Para konsumen yang telah menjadi korban penipuan Grabtoko ini membuat sebuah grup. Mereka memutuskan melaporkan Grabtoko ke polisi.


"Ada ratusan orang, ada 200-an lebih. Ada dua grup WhatsApp dan satu grup telegram. Dua grup WhatsApp itu masing-masing 250 orang dan satu lagi di telegram itu 70 sampai 80 orang," terang Dita ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (7/1).


Dia menyebut saat itu tergiur oleh sejumlah promosi Grabtoko di beberapa media sosial. Dia kemudian melakukan transaksi pembelanjaan beberapa produk di situs tersebut dengan mengirimkan sejumlah uang. Seharusnya, ia menerima barang pada akhir Desember 2020.


Tetapi, hingga awal Januari 2021, pesanannya tidak kunjung datang. Pihak Grabtoko disebutnya juga tidak merespons keluhan yang telah dia sampaikan.(detik.com/artikelasli)



Alasan Korban Percaya Grabtoko: Diskon 90% hingga Iklan di Mana-mana

Lima orang perwakilan korban dari Grabtoko hari ini mengadu ke Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN). Mereka membeberkan siasat yang dijalani e-commerce tersebut hingga membuat dia dan para korban percaya dan berbelanja di sana sebelum akhirnya tertipu dan menderita kerugian.

Desty Nurcahyani menjelaskan alasan dia percaya kepada Grabtoko. Selain diskon yang ditawarkan hingga 90%, Grabtoko memasang iklan di berbagai video tron dan televisi untuk membuat calon korban percaya.


Desty pun menganggap e-commerce yang menjual berbagai elektronik itu sedang 'bakar duit' sebagai pendatang baru.


"28 Desember aku baca tweet dari sobat HP waktu itu isinya screen shootan dari diskon di Grabtoko. Aku langsung berpikir positif waku itu, jangan-jangan campaign karena sudah banyak juga akun-akun besar naikin si Grabtoko ini," katanya di Graha Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Jakarta Pusat, Senin (11/1/2021).


Ditambah waktunya bertepatan dengan keinginannya membeli HP. Itulah sebabnya tanpa pikir panjang dia memutuskan mentransfer uang sebesar Rp 23 juta untuk pembelian dua handphone (HP).


"Saat itu memang aku lagi ada rencana beli HP dan menemukan iklan Grabtoko di bawah flyover PIM, jadi bikin nambah kepercayaan kalau ini benar. Terus aku tanya teman yang suka insta story duluan, transfernya ke PT Grab Toko Indonesia. Wah legal nih jadi kita percaya aja, saya transfer Rp 23 juta beli iPhone 11 Pro, harga normalnya Rp 19 juta jadi Rp 11,5 juta," ucapnya.


Namun sudah satu minggu barangnya tak kunjung datang. Rupanya tak hanya dirinya yang mengalami kejadian seperti itu, pembeli lain di Grabtoko bernama Mukhlis Said pun bernasib serupa.


Mukhlis merupakan korban Grabtoko dengan kerugian Rp 22,9 juta untuk pembelian tujuh HP dengan berbagai merek. HP tersebut niatnya akan diberikan kepada istri dan adiknya, sisanya untuk dijual kembali.


"Lima HP Xiaomi Poco X3 Rp 7,7 juta aslinya kalau mau (satunya) Rp 4 juta. Satu iPhone SE Rp 4,65 juta, iPhone 12 harganya Rp 10,427 juta, total Rp 22,9 juta," jelasnya.


Dia merasa percaya dengan Grabtoko karena ada kerabatnya yang bekerja di sana. Berbagai iklan dengan merek tersebut juga dikatakannya sudah banyak, sehingga dia berpikir akan menjadi korban penipuan.


"Karena kebetulan teman saya cerita kerja di Grabtoko, ada iklannya juga sudah banyak di Bundaran HI atau Sudirman gitu. Saya langsung ngomong ke dia, akhirnya saya coba milih barang dan akhirnya beli," imbuhnya.(detik.com/artikelasli)

Posting Komentar untuk "Boss Grabtoko.com Ditangkap Bareskrim, Korbannya 980 Orang, Kerugian Rp 17 M"