Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Momen Haru Ratusan Pelayat Antar Jenazah Yumna dan Keluarga ke Pemakaman

 Momen Haru Ratusan Pelayat Antar Jenazah Yumna dan Keluarga ke Pemakaman

Viralteratas.com - Tangis pilu saat momen jenazah Yumna Fanisyatuzahra, bocah berjaket minimouse korban Sriwijaya Air SJ-182 ditemukan, sang ibu hamil adik Yumna. 

Meninggalkan Captain Afwan, kini jenazah bocah berjaket Minnie Mouse akhirnya berhasil diidentifikasi pada Jumat (22/1/2021).


Yumna Fanisyatuzahra, dialah bocah berjaket Minnie Mouse yang turut menjadi korban Sriwijaya Air SJ-182.

Yumna jadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 bersama anggota keluarga lainnya yakni Rahmawati, Toni Ismail, Ratih Windania, dan Athar Rizki


Penemuan jaket anak-anak berwarna pink dengan gambar Minnie Mouse sempat viral di media sosial.


Sebab, kondisi jaketnya yang utuh mencuri perhatian sehingga membuat hati trenyuh.


Seluruh keluarga Yumna akhirnya terindentifikasi yakni Rahmawati, Toni Ismail, Ratih Windania, dan Athar Rizki.

Selain itu, tersimpan kisah pilu sang ibu Yumna, Ratih Windania yang sedang hamil lima bulan.


Jenazah Rahmawati dan Toni sebelumnya teridentifikasi pada Jumat (15/1), Athar Rizki pada Senin (18/1), sementara Ratih pada Rabu (20/1).


Dikenalinya jenazah Yumna dan Muhammad Nur memastikan bahwa proses identifikasi yang dilakukan Tim DVI tetap berjalan meski operasi SAR berhenti.


Ratusan Pelayat Antar Jenazah Yumna dan Keluarga ke Pemakaman


Kedatangan peti jenazah Yumna, gadis kecil pemilik jaket bergambar Minnie Mouse, korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182, beserta Ratih (ibunya), Toni Ismail (kakeknya), Rahmawati (neneknya), dan kerabatnya, Athar, disambut ratusan pelayat. 

Duka mendalam masih tampak menyelimuti keluarga saat kelima jenazah tiba di rumah duka, di Kompleks Sepakat Damai Blok C5, Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Pontianak, Minggu 24 Januari 2021.

Pantauan Hi!Pontianak, lima ambulance pembawa jenazah tiba sekitar 07.45 WIB. Jenazah langsung disambut oleh pihak keluarga dan disalatkan di Masjid Al-Hikmah, tak jauh dari rumah duka.

Jenazah kemudian di antar ke pemakaman Babusalam, Gang Al Hikmah, yang tak jauh dari masjid, untuk dimakamkan.

"Orang tua kami sempat main ke Bandung, dan ini merupakan kunjungan terakhir mereka. Kemarin itu waktu terlama mereka berkunjung ke Bandung, dan mereka juga lebih banyak di rumah. Saya cuma dua bersaudara. Adik saya dan anaknya juga ada di dalam pesawat. Begitu juga adik Athar. Semoga Allah terima amal ibadah mereka. Mereka orang baik, Allah lebih sayang mereka." kata Irfansyah, saudara kandung Ratih Windania.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ratih terbang dari Jakarta bersama putrinya, Yumna Fanisyatuzahra, kedua orang tuanya, Toni Ismail dan Rahmawati, dan seorang keponakannya yang bernama Athar Rizki Riawan untuk kembali ke Pontianak, setelah menghadiri acara keluarga sekaligus berlibur di Bandung, Jawa Barat. Ratih sekeluarga mengunjungi Irfan, kakak lelaki Ratih yang bertempat tinggal di Bandung.

Ratih sempat mengunggah video perpisahan dengan keluarga besarnya di bandara internasional Cengkareng di Instagram story. Namun pesawat yang ditumpangi Ratih dan sejumlah anggota keluarganya jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

Sementara itu, dengan dipulangkan lima jenazah ini, total korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 berdomisili Pontianak yang telah dimakamkan sebanyak 10 orang. Pemerintah Kota Pontianak dalam hal ini membantu pengurusan dokumen administrasi kependudukan bagi korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

Atas nama pribadi dan Pemkot Pontianak, Wali Kota, Edi Kamtono yang turut hadir pada proses pemakaman mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Toni Ismail beserta keluarga, dan korban-korban lainnya yang menjadi korban musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

"Kita selalu mendoakan yang terbaik, semoga para korban di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan," ucapnya.(kumparan.com/artikelasli)



Posting Komentar untuk "Momen Haru Ratusan Pelayat Antar Jenazah Yumna dan Keluarga ke Pemakaman"