Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Spekulasi Menghilangnya Jack Ma Usai Kritik Pemerintah China: Dipenjara atau Dibunuh

Spekulasi Menghilangnya Jack Ma Usai Kritik Pemerintah China: Dipenjara atau Dibunuh

Viralteratas.com -  Kabar menghilangnya Jack Ma usai mengkritik sistem keuangan Tiongkok masih menjadi teka-teki. Seorang milarder asal Tiongkok, Guo Wengui, ternyata pernah memprediksi nasib Jack Ma. 



Menurutnya, ada dua kemungkinan yang bakal terjadi kepada bos Alibaba itu. Dalam sebuah sesi wawancara dengan Kyle Bass, Direktur Investasi Hayman Capital Management itu mengatakan suatu hari Jack Ma bisa saja dipenjara atau dibunuh. 




"Semua pengusaha dan orang kaya di China hanya punya dua kemungkinan (nasib). Penjara atau dibunuh," kata Wengui dalam wawancara yang dilakukan pada akhir 2019. 




Lebih lanjut, Bass kembali bertanya; "Jadi menurut Anda apakah Jack akan dipenjara atau dibunuh?" 




"Saya pikir kemungkinannya 50:50," ujar Wengui menjawab. 




Obrolan Wengui dan Bass saat itu memang tengah membahas soal ambisi Jack yang ingin mengubah sistem keuangan di Tiongkok. Akan tetapi, Wengui tahu persis hal itu sangat mustahil untuk dilakukan. 




Wengui sendiri merupakan seorang pengusaha kaya asal Tiongkok yang sudah diasingkan karena menjadi aktivis politik.




 




Kritik aturan perbankan Tiongkok


Pendiri Alibaba, Jack Ma, dikabarkan telah menghilang selama lebih dari dua bulan usai mengkritik pemerintahan Presiden Xi Jinping dalam sebuah pidato. Pada Oktober 2020, Jack Ma dengan lantang mengkritik sistem keuangan negeri Tirai Bambu, mulai dari masalah regulasi hingga minimnya dukungan terhadap pendanaan inovasi perusahaan domestik. 




"Inovasi yang bagus tidak takut terhadap regulasi, tetapi takut terhadap regulasi yang usang. Perumpamaannya, jangan menggunakan sistem manajamen stasiun kereta api untuk meregulasi bandara komersial," kata Jack Ma dikutip dari Reuters.




Tak hanya itu, mantan guru bahasa Inggris tersebut juga menyerukan reformasi sistem keuangan. Bahkan, ia menyamakan peraturan perbankan yang diterapkan Tiongkok saat ini tak lebih dari sekadar "klub orang tua". 




Pidato Jack Ma pada 24 Oktober 2020 itu menjadi momen terakhir dirinya berada di depan publik. Jack Ma yang juga dikenal aktif di Twitter juga sudah tak terlihat. Bahkan, ia juga sudah tidak lagi menjadi juri acara ‘Business Heroes’ Afrika, sebuah kontes TV untuk wirausahawan pemula.(medcom.id/artikelasli)




Tak Hanya Jack Ma, Ini Pebisnis China Lainnya yang Menghilang setelah Kritik Kebijakan Pemerintah


Miliarder China yang merupakan co-founder Alibaba, Jack Ma, secara misterius hilang dari pandangan publik.




Yahoo Finance melaporkan pada hari Minggu (3/1/2021), Ma tidak lagi terlihat di depan umum selama lebih dari dua bulan.




November lalu, Ma absen dari acara pencarian bakat TV yang dia dirikan, Africa’s Business Heroes.


Eksekutif Alibaba lainnya menggantikan posisi Ma sebagai juri di acara itu.




Situs web Africa’s Business Heroes juga menghapus foto Ma, The Telegraph melaporkan.




Regulator China baru-baru ini membuka penyelidikan antitrust ke Alibaba, raksasa e-commerce Ma.




Ant Group, perusahaan jasa keuangan Ma, disebut telah memancing kemarahan bank-bank China yang menuduhnya mencuri bisnis dari mereka.




China memperkenalkan peraturan pada bulan November yang menghentikan penawaran umum perdana Ant Group.


Sejauh ini, Ant Group dan Alibaba tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar, Insider melaporkan.




Ma dikabarkan mengkritik regulator keuangan global pada konferensi di Shanghai pada akhir Oktober lalu.




Ia menyebut mereka sebagai "klub orang tua" yang tidak cocok untuk mengawasi inovasi teknologi China.


Duncan Clark, ketua perusahaan teknologi BDA China yang berbasis di Beijing, berspekulasi bahwa Ma bisa saja disuruh "bersembunyi" karena aturan baru tersebut, menurut Reuters.




Sementara Ma mungkin berusaha untuk tidak terlihat publik selama penyelidikan, ketidakhadirannya mengingatkan netizen pada pengusaha China lainnya yang juga menghilang setelah berdebat dengan regulator.




Ren Zhiqiang, seorang pensiunan konglomerat real estate, hilang dari pandangan publik pada Maret setelah ia menuduh Partai Komunis telah salah menangani pandemi virus corona, The New York Times melaporkan.




Beijing kemudian menghukum Ren (69) hingga 18 tahun penjara.


Negara itu juga dilaporkan menangkap kritikus lain atas tanggapannya terhadap pandemi, termasuk Xu Zhangrun, seorang profesor hukum, dan Zhang Xuezhong, seorang pengacara hak asasi manusia.




Xiao Jianhua, seorang manajer aset, bahkan diculik dari sebuah hotel di Hong Kong pada Januari 2017, lapor Reuters.




Xiao menghilang dalam tahanan Tiongkok.




China kemudian menyita sebagian dari perusahaannya, Tomorrow Group, The Times melaporkan pada bulan Juli.


Regulator menuduh Xiao dan taipan lainnya mengambil calon investor dari pasar saham China, kata The Guardian.


Meng Hongwei, mantan kepala Interpol, juga menghilang pada September 2018 dalam perjalanan ke China dari Prancis, BBC melaporkan.




Januari lalu, China menghukumnya 13,5 tahun penjara atas tuduhan penyuapan.




Istri Meng, yang pertama kali melaporkan suaminya hilang, mengatakan kepada The Guardian pada 2018, dia yakin suaminya tidak bersalah dan penahanannya bermotif politik.




"Ini bukan keadilan," katanya.




"Saya pikir kampanye anti-korupsi di China telah dirusak. Ini telah menjadi cara menyerang orang-orang yang menjadi musuh Anda."(Tribunnews.com/artikelasli)

Posting Komentar untuk "Spekulasi Menghilangnya Jack Ma Usai Kritik Pemerintah China: Dipenjara atau Dibunuh"