Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sriwijaya Air yang Jatuh Umurnya 26,7 Tahun, Sudah Terlalu Tua atau Belum?

Pesawat Sriwijaya Air PK-CLC yang hilang kontak di Kepulauan Seribu (dok jetphotos.com via flightradar24))

 Jakarta - Pesawat Boeing 737-500 milik Sriwijaya Air jatuh tak lama setelah lepas landas dari Soekarno-Hatta. Sudah berusia 26,7 tahun, apakah pesawat tersebut sudah terlalu tua?

Dikutip dari USA Today, pada dasarnya pesawat terbang tidak dibatasi oleh usia pakai. Intinya, tidak ada batasan usia sebuah pesawat dilarang terbang dan kemudian dipensiunkan.


Pada kenyataannya, pesawat-pesawat dari zaman perang dunia kedua masih ada yang terbang di banyak negara di dunia - meski tentu saja tidak dipakai untuk penerbangan komersil.


Layak atau tidaknya pesawat terbang ditentukan oleh bagaimana pesawat tersebut menjalani perawatan. Beberapa komponen pesawat wajib diganti berdasarkan waktu, sementara yang lain harus diganti setelah melewati angka penerbangan tertentu.


Yang jelas semua harus melewati inspeksi atau pemeriksaan yang dilakukan secara reguler dan dengan pengawasan ketat dari pabrikan pesawat.


Namun begitu, ada juga beberapa produsen pesawat yang memberi batasan usia pada produk-produknya. Salah satunya adalah Robinsonheli. Perusahaan ini membatasi helikopter buatan mereka untuk terbanyak sebanyak 2.200 jam atau 12 tahun saja.


Sementara itu, situs flexport menyebut kalau rata-rata pesawat saat ini sudah akan dipensiunkan saat memasuki usia 30 tahun.


Mereka mencontohkan sebuah Boeing 747 bisa melakukan total 35.000 penerbangan, atau sekitar 135.000 sampai 165.000 jam terbang sebelum mengalami 'kelelahan metal'. Masih dikutip dari sumber yang sama Boeing 747 rata-rata bisa melayani penerbangan selama 27 tahun.


Sementara pesawat-pesawat berbadan lebar, semisal Lockheed Tri-Star, punya usia pakai yang lebih singkat yakni rata-rata 24 tahun.


Sriwijaya Air yang Jatuh Berumur 26,7 Tahun

Diberitakan sebelumnya pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di sekitar Kepulauan Seribu berumur 26,7 tahun.


Pesawat tersebut dikirim Boeing ke pemilik pertamanya yakni Continental Air Lines (Amerika Serikat) pada 31 Mei 1994. Continental Air Lines memiliki pesawat tersebut sampai 2010, di mana pada tahun tersebut kepemilikannya berpindah ke United Airlines.


Sriwijaya Air mulai memiliki pesawat tersebut pada 15 Mei 2012.

Nasib nahas mendatangi pesawat tersebut saat menjalani penerbangan dari Jakarta menuju Pontianak pada Sabtu (9/1) sore tadi. Pesawat dikabarkan sempat hilang kontak sebelum akhirnya warga dan Basarnas menemukan puing-puing yang diduga milik pesawat tersebut.

Posting Komentar untuk "Sriwijaya Air yang Jatuh Umurnya 26,7 Tahun, Sudah Terlalu Tua atau Belum?"