Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Tanda Tanya Sejoli NTT Naik SJ812 Pakai KTP Bukan Miliknya, Avsec Bandara Soetta Periksa 3 Petugas

Tanda Tanya Sejoli NTT Naik SJ812 Pakai KTP Bukan Miliknya,  Avsec Bandara Soetta Periksa 3 Petugas

Viralteratas.com - Pasangan kekasih asal Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), disebut turut menjadi penumpang pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ182, yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta. Namun keduanya disebut terbang dengan menggunakan kartu tanda penduduk (KTP) milik orang lain.

Berdasarkan data yang dihimpun, sejoli tersebut bernama Teofilus Lau Ura dan Selfi. Namun, dalam penerbangan, keduanya menggunakan KTP milik Feliks Wenggo dan Sarah Beatrice Alomau.


Pasangan kekasih tersebut hendak ke Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), untuk bekerja. Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Marius Ardu Jelamu, mengaku sudah mendengar kabar soal dua warga Ende tersebut.


"Selama ini mereka kan di Jakarta. Mereka orang Ende tapi tinggal di Jakarta. Karena tak ada kerja lagi, maka mereka ingin ke Pontianak. Jadi mereka mungkin mereka belum mengurus KTP-nya. Mereka itu orang Ende," kata Marius Ardu Jelamu saat dihubungi, Senin (11/1/2021).


Jelamu belum dapat memastikan soal alasan keduanya menggunakan KTP orang lain. Di sisi lain, sejoli tersebut dikabarkan akan segera menikah. Meski demikian, Jelamu berharap sejoli tersebut tetap mendapatkan santunan.


"Dugaan saya, karena orang mau naik pesawat kan biasa periksa KTP. Mungkin karena itu mereka berani pakai KTP orang lain. Mereka kan pasangan yang akan menikah, kan sebenarnya harus punya KTP. Kita harapkan juga meski mereka tidak punya KTP atau pakai KTP orang lain, tetap dapat santunan juga," kata dia.


Dia juga berharap Pemerintah Kabupaten Ende menelusuri pihak keluarga sejoli tersebut. Jadi bisa didapatkan data antemortem dan postmortem demi kebutuhan identifikasi korban.


"Saya harap Bupati Ende bisa menelusuri. Tidak harus dari Pemprov, karena itu warga Ende, Bupati Ende yang lebih mengetahui data warganya langsung menelusuri keluarga-keluarganya apa yang harus dilakukan, kirim orang ke sana kah, melapor. Atau keluarga terdekat di Jakarta melapor untuk pendataan antemortem dan postmortem," ujarnya.


"Kemudian kita harapkan juga Keluarga Besar Ende yang di Jakarta juga proaktif berkoordinasi dengan Pemkab Ende," tambah dia.

DVI Identifikasi Sejoli Tetap Bisa Dilakukan Dengan Data


Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri menjelaskan proses identifikasi tetap bisa dilakukan. Hal selama ada data asli dari sejoli asal Ende tersebut.



"Yang penting ada keluarga yang melaporkan ke kami datanya. Kan kita mencari data antemortem. Itu dari sidik jari, kemudian data DNA, gigi serta properti. Untuk properti itu kan nanti keluarganya akan menyampaikan. Ya nanti kita gali," kata Komandan DVI Polri Kombes Hery Wijatmoko, saat dihubungi detikcom, Senin (11/1/2021).


Hery menuturkan DVI Polri tidak ingin masuk ke masalah administrasi terkait penerbangan sejoli tersebut. Dia memastikan akan mengidentifikasi seluruh penumpang Sriwijaya Air SJ182.


Namun, menurut Hery, hingga kini tim DVI Polri belum menerima data sejoli tersebut dari pihak keluarga. Pihak keluarga diminta memberikan data sejoli tersebut ke posko DVI Polri di RS Kramat Jati.



Avsec Bandara Soetta Periksa 3 Petugas


Pihak Aviation Security (Avsec) Bandara Soekarno-Hatta telah melakukan investigasi terkait hal tersebut. Hasil investigasi nantinya akan dibahas dengan keluarga korban.


"Jadi dari pihak Sriwijaya juga masih melakukan investigasi internal, kami pun juga sama. Kita sedang investigasi nanti hasilnya akan membahas bersama-sama Sriwijaya, dengan (keluarga) korban dan lain-lain juga," kata Senior Manager Avsec Bandara Soetta, Oka Setiawan, saat dihubungi detikcom, Senin (11/1/2021).


Untuk mendalami temuan tersebut, Oka menyebutkan pihaknya telah memeriksa tiga petugas.


"Kalau sejauh ini baru tiga orang. Kalau di kami itu pemeriksa dokumen, Avsec gitu. Yang bertugas di SCT. Cuma namanya masih kita kembangkan terus ya," terang Oka.

Oka menambahkan jumlah tersebut masih akan terus bertambah ke depan seiring proses penyelidikan yang masih dilakukan.


"Nanti pun bukan tidak mungkin akan nambah lagi karena kita akan sebanyak mungkin untuk mencari informasi. Termasuk di internal Sriwijaya juga sama sedang melakukan penyelidikan internal terhadap petugas check in-nya, petugas yang ground handling-ya dan semualah pokoknya yang terkait," pungkasnya.



Polri Koordinasi ke Disdukcapil


Polri juga melakukan pendalaman terkait kabar sejoli asal Ende ini. Polri bersama TNI dan tim gabungan masih melakukan pendataan.


"Sampai saat ini hal tersebut masih kita dalami dan tim investigasi gabungan dari TNI, Basarnas, dan elemen terkait lainnya masih terus melakukan pendataan terhadap para korban," kata Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan saat konferensi pers secara virtual, Senin (11/1/2021).



Ramadhan menuturkan Polri akan berkoordinasi dengan Polda NTT. Selain itu, kata Ramadhan, Polri akan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) terkait kebenaran kabar terkait sejoli asal Ende itu.


"Jadi kita dalami, kita akan melakukan koordinasi dengan Polda NTT juga. Nanti akan menanyakan kepada Disdukcapil apakah benar ada informasi atau laporan tentang penumpang pesawat Sriwijaya menggunakan KTP yang bukan miliknya," tuturnya.(detik.com/artikelasli)

Posting Komentar untuk "Tanda Tanya Sejoli NTT Naik SJ812 Pakai KTP Bukan Miliknya, Avsec Bandara Soetta Periksa 3 Petugas"