Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kesaksian Warga saat Sriwijaya SJ 182 Jatuh, Suara Menggelegar Menghujam Laut, Getarkan Kaca Rumah

Kesaksian Warga Jatuhnya Sriwijaya SJ 182 Suara Menggelegar Menghujam Laut, Getarkan  Kaca Rumah - YouTube
 

TRIBUN-VIDEO.COM - Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak jatuh di perairan sekitar Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, Utara Jakarta, pada Sabtu (9/1).

Hari itu sekira pukul 14.40 WIB, ada warga Pulau Lancang yang mengaku mendengar suara menggelegar dan menggetarkan rumah penduduk pulau tersebut.

Penduduk Pulau Lancang mengaku kaget lantaran mendengar suara gelegar bagaikan petir besar terdengar di tengah hujan lebat, bahkan menggetarkan kaca-kaca di jendela rumah penduduk.

"Hari itu hujan campur angin kencang, tiba-tiba ada suara 'duar' terdengar keras sekali sampai rumah (kaca rumah) bergetar," kata Junaenah (40) warga Pulau Lancang, kepada ANTARA, Minggu petang.

Menurut Junaenah, kala itu, situasi tidak ada yang berbeda, ada masyarakat yang melaut, mencari rajungan (sejenis kepiting), dengan kebanyakan masyarakat berada di dalam rumahnya berlindung dari hujan.

"Pas dengar saya kaget: Ya Allah, suara apa itu, karena besar sekali seperti bom. Tapi saya dan anak-anak tidak keluar karena saya kira hanya petir di tengah hujan," kata Junaenah yang jarak rumahnya dari bibir pantai hanya sekitar 200 meter tersebut.

Warga Pulau Lancang baru menduga bahwa suara tersebut berasal dari pesawat Sriwijaya Air yang jatuh pada pukul 16.00 WIB.

Baca: Tim Gabungan Lakukan Pencarian Bangkai Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang Jatuh di Kepulauan Seribu

Saat itu Kementerian Perhubungan menginformasikan pesawat Sriwijaya Air dengan rute Jakarta-Pontianak tersebut hilang kontak di sekitar perairan Kepulauan Seribu.

Dugaan mereka semakin kuat setelah mendengar cerita dari warga lainnya yang baru pulang dari melaut.

Menurut para nelayan, suara menggelegar itu berasal dari sebuah pesawat yang mengalami kejadian nahas jatuh di antara tempat mereka dengan Pulau Laki yang tak berpenghuni.

"Nelayan yang baru pulang mengabari bahwa di sana (perairan Pulau Lancang-Pulau Laki) ada pesawat yang jatuh. Saya langsung ingat oh mungkin itu yang siang tadi (saat hujan) saya kira petir sangat besar," ucap Marsu, Ketua RT 001/RW 001 Pulau Lancang.

Marsu menyebutkan, seketika mendapatkan kabar tersebut, banyak warga Pulau Lancang yang dikerahkan untuk melakukan pencarian dan evakuasi di lokasi jatuhnya pesawat SJ-182.

"Akhirnya pihak berwenang di sini berinisiatif untuk mengumpulkan warga dan melakukan pencarian sebisanya sampai dihentikan sekitar pukul 21.00 WIB," sambung Marsu.

Melansir dari Antaranews.com, seorang nelayan rajungan di sekitar perairan Pulau Lancang-Pulau Laki, Kepulauan Seribu, Hendrik Mulyadi menjadi saksi kunci kejadian nahas pada Sabtu siang tersebut.

Saat kejadian nahas tersebut, Hendrik berada di lokasi yang diduga kuat menjadi lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

Saat itu, Hendrik bersama dua rekannya yang merupakan ABK di kapal pencari rajungannya.

"Saat itu hujan cukup besar (kemungkinan berkabut), dan kami bertiga di tengah laut sedang konsentrasi mengambil bubu (alat penangkap rajungan), tiba-tiba ada seperti kilat ke arah air disusul dentuman keras, puing berterbangan sama air (ombaknya) tinggi sekali, untung kapal saya enggak apa-apa," kata pria 30 tahun itu dalam perbincangannya dengan Antara di Pulau Lancang.

Setelah rangkaian kejadian yang berlangsung di kurang dua menit tersebut, Hendrik mengaku dirinya dan dua rekannya tidak bisa melakukan apa-apa.(*video.tribunnews.com)

Posting Komentar untuk "Kesaksian Warga saat Sriwijaya SJ 182 Jatuh, Suara Menggelegar Menghujam Laut, Getarkan Kaca Rumah"