Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

ATC Beber Detik-detik Terakhir Saat Sriwijaya Air Jatuh ke Lautan

ATC Beber Detik-detik Terakhir Saat Sriwijaya Air Jatuh ke Lautan

Viralteratas.com - Detik-detik komunikasi terakhir pesawat Sriwijaya Air SJ182 sebelum jatuh ke lautan Kepulauan Seribu terungkap. Sebelas panggilan dari ATC tak direspons pesawat yang ternyata jatuh tersebut.

Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor registrasi PK-CLC itu jatuh pada Sabtu (9/1/2021) setelah sempat hilang kontak. Sebanyak 62 orang di pesawat tersebut tak selamat dan kini operasi SAR dari Basarnas telah dihentikan.


Investigasi penyebab jatuhnya pesawat Boeing 737-500 itu masih diselidiki. Pada Rabu (3/2), Komisi V DPR, yang membidangi transportasi, menggelar rapat dengan mitra-mitranya terkait kecelakaan ini.


Masing-masing stakeholder memberikan paparan soal peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya Air. Salah satunya adalah Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Indonesia (AirNav Indonesia).


Komisi V DPR RI menggelar rapat kerja (raker) dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hingga Sriwijaya Air, di ruang Komisi V Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (03/02/2021). Rapat yang dimulai pada pukul 13.00 WIB, membahas terkait kecelakaan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182.

Komisi V DPR RI menggelar rapat kerja dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hingga Sriwijaya Air di ruang Komisi V gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/2/2021). Rapat yang dimulai pada pukul 13.00 WIB itu membahas terkait kecelakaan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182. (Rengga Sancaya/detikcom)

Direktur Utama AirNav Indonesia Pramintohadi Sukarno memaparkan komunikasi terakhir antara air traffic controller (ATC) dengan pilot Sriwijaya Air SJ182. Pramintohadi awalnya mengungkap Sriwijaya Air SJ182 take off dari Runway 25 pada pukul 14.36 WIB dan sempat mengontak ATC pada ketinggian 1.700 kaki.


Petugas mengarahkan pesawat untuk naik ke ketinggian 29 ribu kaki mengikuti prosedur SID atau standar alur keberangkatan. Di tengah proses naik hingga 29 ribu kaki atau sekitar pukul 14.38 WIB, pilot Sriwijaya Air SJ182 meminta arah 0,75 derajat pada ATC karena alasan cuaca.


ATC lalu mengarahkan agar pesawat naik pada ketinggian 11 ribu kaki karena pada ketinggian 7.900 kaku ada pesawat yang sama melintas menuju Pontianak.


Pada saat Sriwijaya Air SJ182 mencapai ketinggian 10.600, pukul 14.39 WIB, pihak ATC meminta untuk naik kembali hingga 13 ribu kaki. Instruksi itu kembali direspons baik oleh pilot Sriwijaya Air SJ182.


"Selama proses dari pukul 14.36 WIB sampai 14.39 WIB, tidak ada laporan pesawat dalam kondisi tidak normal. Jadi ini semua berlangsung dengan normal," kata Pramintohadi.


Hal yang tidak biasa muncul saat pesawat mendadak belok ke kiri pada pukul 14.39 WIB. ATC menanyakan pergerakan ini ke pilot, namun tidak ada jawaban. Pesawat lalu hilang dari radar.


Pramintohadi memastikan pihaknya berusaha menghubungi Sriwijaya Air SJ182 sampai 11 kali. Namun upaya itu tidak mendapatkan jawaban.


"ATC berusaha memanggil berulang kali sampai 11 kali, kemudian dibantu juga oleh beberapa penerbangan lain, antara lain Garuda untuk mencoba melakukan komunikasi dengan SJ182, namun tidak ada respons, demikian," imbuhnya.


Seperti diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ182 lepas landas pada 9 Januari 2020 dari Bandara Soekarno-Hatta. Namun, setelah 4 menit lepas landas, pesawat tersebut hilang kontak. Beberapa saat kemudian, dikonfirmasi bahwa pesawat Sriwijaya Air SJ182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta.(detik.com/artikelasli)

Posting Komentar untuk "ATC Beber Detik-detik Terakhir Saat Sriwijaya Air Jatuh ke Lautan"